Widget whos. Amung.us

Kamis, 19 Mei 2016

Tugas Berita Pengantar Jurnalistik

Singgalang Tujuan Kuliah Lapangan Calon Jurnalis Muda
 
           Kuliah tidak hanya di dalam kelas, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2015 Universitas Andalas mencoba belajar keluar ruangan kelas dengan mengadakan kuliah lapangan ke Harian Umum Independen Singgalang di Jalan Veteran No. 17 Padang pada hari Senin, 18 April 2016 jam 13:00 WIB sampai selesai.

            Kuliah lapang ini diajukan oleh dosen mata kuliah pengantar jurnalistik Ilmu komunikasi Universitas Andalas Bapak Dalmenda yang bertujuan untuk memperkenalkan secara rinci tentang bagaimana jurnalis di dalam dunia media cetak.
            Disana mahasiswa diperlihatkan bagimana proses percetakan koran sehingga mahasiswa dapat melihat secara visual proses yang akan mereka lalui jika berada di dunia pekerjaan yang berhubungan dengan media cetak. Dan disana semua mahasiswa juga dibimbing oleh Redaktur Singgalang yaitu Bapak Erizal sebagai pemateri pada kuliah lapangan tersebut. Bapak Erizal menjelaskan mengenai bagaimana dunia jurnalistik dan apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam dunia jurnalistik.
            Setelah pemberian materi yang disampaikan oleh Bapak Erizal selesai kemudian dilanjutkan dengan adanya sesi tanya jawab dengan pemateri mengenai hal yang telah disampaikan oleh pemateri. Sesi ini dibuka bukan hanya sebagai ajang untuk bertanya saja namun juga menguji pemahaman mahasiswa, sampai level berapa ia memahami materi yang disampaikan. Tidak diduga, mahasiswa sangat antusias untuk ikut berpartisipasi dalam sesi tanya jawab ini. Salah satu mahasiswa yang yang bertanya adalah Ninis.
            “Sekarang ini media cetak kian berkurang peminat para pembacanya karena sudah banyak media yang jauh lebih modern dan lebih efisisen seperti media social internet yang menampilkan berita yang lebih segar dan lebih efektif dari media cetak, jadi bagaimana pendapat bapak mengenai kasus ini jika berhubungan dengan jurnalis di media cetak?”, Tanya Ninis.
            Bapak Erizal menjawab,” Media social memang lebih update dan lebih efektif  dibanding media cetak, namun berita terbaru yang diangkatnya biasanya bersifat straight news, sedangkan media cetak membuat berita dari sudut pandang yang berbeda dengan berita yang ditampilkan di media lainnya. Biasanya berita yang ada di media cetak berupa soft news seperti feature atau berita narrative yang tidak terikat waktu yang bisa diterbitkan sehari, dua hari, atau bahkan sampai seminggu.
            Setelah semua sesi kuliah umum selesai, mahasiswa diajak berkeliling mengitara percetakan singgalang untuk melihat setiap sudut isi percetakan tersebut.
            Dalam wawancara yang saya lakukan dengan Bapak Erizal, beliau berkata,” Dalam dunia jurnalis ini harus ada sinergi antara teori dan prakteknya, dan dengan adanya kunjungan ke media ini menjadi hal positif dimana teori yang didapat di kuliah dapat dilihat aplikasinya lewat kunjungan media yang dilaksanakan ini”.
            Bapak Erizal juga berharap bahwa dengan adanya kunjungan media ke Singgalang ini dapat memberikan pencerahan dan menjadi rujukan dengan apa yang didapat di bangku kuliah.
            Beliau juga menekankan bahwa apa yang bisa dibawa dari kunjungan ke media Singgalang ini adalah semangat menulis karena inti dari jurnalistik ini adalah menulis.
            Salah satu mahasiswa yang bernama Enos yang saya wawancarai berharap dengan adanya kegiatan kuliah lapangan ini, ia bisa lebih terpacu dalam menulis untuk berkarya dalam dunia jurnalis dan tidak malu atau tidak minder lagi untuk menampilkan karya-karyanya untuk kemudian harinya.

Penulis: Annisa Rahma
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar