Singgalang Tujuan Kuliah Lapangan
Calon Jurnalis Muda
Kuliah tidak hanya di dalam kelas,
mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2015 Universitas Andalas mencoba belajar
keluar ruangan kelas dengan mengadakan kuliah lapangan ke Harian Umum
Independen Singgalang di Jalan Veteran No. 17 Padang pada hari Senin, 18 April
2016 jam 13:00 WIB sampai selesai.
Kuliah lapang ini diajukan oleh
dosen mata kuliah pengantar jurnalistik Ilmu komunikasi Universitas Andalas
Bapak Dalmenda yang bertujuan untuk memperkenalkan secara rinci tentang
bagaimana jurnalis di dalam dunia media cetak.
Disana mahasiswa diperlihatkan
bagimana proses percetakan koran sehingga mahasiswa dapat melihat secara visual
proses yang akan mereka lalui jika berada di dunia pekerjaan yang berhubungan
dengan media cetak. Dan disana semua mahasiswa juga dibimbing oleh Redaktur
Singgalang yaitu Bapak Erizal sebagai pemateri pada kuliah lapangan tersebut.
Bapak Erizal menjelaskan mengenai bagaimana dunia jurnalistik dan apa saja
hal-hal yang perlu diperhatikan dalam dunia jurnalistik.
Setelah pemberian materi yang
disampaikan oleh Bapak Erizal selesai kemudian dilanjutkan dengan adanya sesi
tanya jawab dengan pemateri mengenai hal yang telah disampaikan oleh pemateri.
Sesi ini dibuka bukan hanya sebagai ajang untuk bertanya saja namun juga
menguji pemahaman mahasiswa, sampai level berapa ia memahami materi yang
disampaikan. Tidak diduga, mahasiswa sangat antusias untuk ikut berpartisipasi
dalam sesi tanya jawab ini. Salah satu mahasiswa yang yang bertanya adalah
Ninis.
“Sekarang ini media cetak kian
berkurang peminat para pembacanya karena sudah banyak media yang jauh lebih
modern dan lebih efisisen seperti media social internet yang menampilkan berita
yang lebih segar dan lebih efektif dari media cetak, jadi bagaimana pendapat
bapak mengenai kasus ini jika berhubungan dengan jurnalis di media cetak?”,
Tanya Ninis.
Bapak Erizal menjawab,” Media social
memang lebih update dan lebih efektif dibanding
media cetak, namun berita terbaru yang diangkatnya biasanya bersifat straight
news, sedangkan media cetak membuat berita dari sudut pandang yang berbeda
dengan berita yang ditampilkan di media lainnya. Biasanya berita yang ada di
media cetak berupa soft news seperti feature atau berita narrative yang tidak
terikat waktu yang bisa diterbitkan sehari, dua hari, atau bahkan sampai seminggu.
Setelah semua sesi kuliah umum
selesai, mahasiswa diajak berkeliling mengitara percetakan singgalang untuk
melihat setiap sudut isi percetakan tersebut.
Dalam wawancara yang saya lakukan
dengan Bapak Erizal, beliau berkata,” Dalam dunia jurnalis ini harus ada
sinergi antara teori dan prakteknya, dan dengan adanya kunjungan ke media ini menjadi
hal positif dimana teori yang didapat di kuliah dapat dilihat aplikasinya lewat
kunjungan media yang dilaksanakan ini”.
Bapak Erizal juga berharap bahwa
dengan adanya kunjungan media ke Singgalang ini dapat memberikan pencerahan dan
menjadi rujukan dengan apa yang didapat di bangku kuliah.
Beliau juga menekankan bahwa apa
yang bisa dibawa dari kunjungan ke media Singgalang ini adalah semangat menulis
karena inti dari jurnalistik ini adalah menulis.
Salah satu mahasiswa yang bernama
Enos yang saya wawancarai berharap dengan adanya kegiatan kuliah lapangan ini,
ia bisa lebih terpacu dalam menulis untuk berkarya dalam dunia jurnalis dan
tidak malu atau tidak minder lagi untuk menampilkan karya-karyanya untuk
kemudian harinya.
Penulis:
Annisa Rahma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar