Tradisi
Sosiopsikologis
Tradisi Sosiopsikologis yaitu
komunikasi dianggap sebagai proses interaksi masyarakat yang menguntungkan.
Sosiopsikologis memandang makhluk individu sebagai makhluk social.
Sosiopsikologis digunakan dalam topic-topik tentang diri individu, pesan,
percakapan, hubungan interpersonal, kelompok, organisasi, media, budaya, dan
masyarakat. Teori yang masuk ke dalam tradisi Sosiopsikologis yang saya
jelaskan adalah sebagai berikut:
1.
Face Negotiation Theory
Teori yang dapat diartikan sebagai
teori negosiasi wajah yang dikembangkan oleh Stella Ting-Toomey pada tahun
1985. Teori negosiasi wajah ini menjelaskan bagaimana orang dari kebudayaan
yang berbeda mengelola wajah untuk mengatasi konflik. Teori ini adalah teori
yang menggabungkan teori beda budaya, konflik, kesantunan, dan “facework”.
Teori ini bisa dimasukkan ke dalam teori antarbudaya karena membahas tentang
adanya komunikasi antara budaya yang berbeda. Latar belakang terbentuknya teori
ini ialah dari berbagai komentar mengenai pemikiran bahwa setiap orang dari
budaya yang berbeda memiliki berbagai pemikiran atau bisa dikatakan pendapat
mengenai wajah orang lain. Pemikiran ini membuat mereka harus menghadapi
konflik dengan cara yang berbeda tergantung budaya masing-masing.
Menurut Ting-Toomey wajah itu dapat
di interpretasikan dalam dua cara utama, yaitu wajah kepedulian dan wajah
kebutuhan. Wajah kepedulian dalam menghadapi kekhawatiran baik itu berhubungan
dengan wajah sendiri maupun wajah orang lain. Dengan kata lain, ada diri kepedulian dan lainnya concern. Keprihatinan wajah
menjawab pertanyaan, “Apakah saya ingin perhatian ditarik ke arah diri sendiri atau ke arah lain?”
Sedangkan wajah kebutuhan mengacu
pada dikotomi inklusi-otonomi. Artinya,
“Apakah saya ingin berhubungan dengan
orang lain (inklusi) atau apakah saya
ingin disosiasi atau berdiri sendiri (otonomi)?”
Peneliti Kesopanan (Brown & Levinson, 1987) menemukan bahwa dua jenis
kebutuhan universal
yang ada yaitu kebutuhan wajah positif dan kebutuhan wajah negatif.
Wajah Positif adalah keinginan untuk disukai dan dikagumi oleh orang lain yang
signifikan dalam hidup kita. Sedangkan wajah negatif
mengacu pada keinginan untuk menjadi otonom dan tidak
dibatasi.
Asumsi
dari Face Negotiation Theory ada tiga yaitu:
1.
Identitas diri penting dalam interaksi interpersonal, dan individu-individu
menegosiasikan identitas mereka secara berbeda sesuai dengan budaya mereka yang
berbeda pula.
2.
Manajemen konlik dimediasi oleh wajah dan budaya.
3.
Tindakan-tindakan tertentu mengancam citra diri seseorang yang ditampilkan
(wajah).
Kebutuhan akan wajah meliputi wajah
positif dan wajah negatif. Wajah positif maksudnya ialah keinginan untuk
disukai dan dikagumi oleh orang lain. Sedangkan wajah negatif maksudnya ialah
keinginan untuk dibiarkan sendiri dan bebas dari orang lain.
Facework ialah tindakan-tindakan
yang digunakan untuk menghadapi kebutuhan atau keinginan mengenai wajah diri
sendiri dan orang lain. Facework itu dibagi menjadi tiga jenis yaitu facework
kebijaksanaan, solidaritas, dan persetujuan. Facework kebijaksanaan ialah mengacu pada sejauh mana yang satu menghormati otonomi orang lain. Hal ini
memungkinkan seseorang bebas untuk bertindak karena ia menyenangkan dan
meminimalkan setiap pemaksaan yang mungkin membatasi kebebasan ini. Facework
solidaritas ialah berkaitan dengan
seseorang menerima yang lain sebagai anggota dari in-group.
Dan Facework persetujuan ialah melibatkan
peminimalisiran
masalah dan memaksimalkan
pujian dari yang lain.
2.
Communication Accommodation Theory
Teori ini didefinisikan sebagai kemampuan untuk menyesuaikan,
memodifikasi, atau mengatur perilaku seseorang dalam
menanggapi orang
lain. Akomodasi biasanya dilakukan secara tidak
sadar. Kita cenderung memiliki skrip kognitif internal yang menarik pada saat kita
menemukan diri kita dalam
percakapan dengan orang lain. Teori ini menganggap motivasi yang mendasari dan
konsekuensi dari apa yang terjadi.
Asumsi
Communication Accommodation Theory ada empat, yaitu:
1.
Persamaan dan perbedaan berbicara dan berperilaku terdapat di dalam semua
percakapan pengalaman-pengalaman dan latar belakang yang bervariasi akan
menentukan sejauh mana orang mengakomodasikan orang lain.
2.
Cara dimana orang memersepsikan tuturan dan perilaku orang lain akan menentukan
bagaimana kita mengevaluasi sebuah percakapan.
3.
Bahasa dan perilaku memberikan informasi mengenai status social dan keanggotaan
kelompok.
4.
Akomodasi bermacam-macam dalam hal tingkat kesesuaian dan norma mengarahkan
proses akomodasi.
Cara beradaptasi
Dalam teori akomodasi komunikasi
orang memiliki pilihan, yaitu konvergensi, divergensi, dan akomodasi
berlebihan.
1.
Konvergensi seperti yang didefinisikan oleh Giles dkk yaitu strategi dimana
individu beradaptasi terhadap perilaku komunikatif satu sama lain.
2.
Divergensi yaitu proses dimana satu atau dua dari dua komunikator untuk
mengakomodasi komunikasi antara mereka.
3.
Akomodasi berlebihan yaitu label yang diberikan kepada pembicara yang dianggap
pendengar terlalu berlebihan.
Kaitan mengapa kedua teori diatas
masuk ke tradisi sosiopsikologis karena sama-sama memberikan perhatian pada
perilaku individu, pengaruh, kepribadian dan sifat individu atau bagaimana
individu melakukan persepsi.
Sumber:
West,Richard
and Lynn H.Turner. 2010. Introducing
Communication Theory. New York: McGraw Hill.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar