Widget whos. Amung.us

Kamis, 19 Mei 2016

Tradisi Sosiopsikologis



Tradisi Sosiopsikologis

            Tradisi Sosiopsikologis yaitu komunikasi dianggap sebagai proses interaksi masyarakat yang menguntungkan. Sosiopsikologis memandang makhluk individu sebagai makhluk social. Sosiopsikologis digunakan dalam topic-topik tentang diri individu, pesan, percakapan, hubungan interpersonal, kelompok, organisasi, media, budaya, dan masyarakat. Teori yang masuk ke dalam tradisi Sosiopsikologis yang saya jelaskan adalah sebagai berikut:
1. Face Negotiation Theory
            Teori yang dapat diartikan sebagai teori negosiasi wajah yang dikembangkan oleh Stella Ting-Toomey pada tahun 1985. Teori negosiasi wajah ini menjelaskan bagaimana orang dari kebudayaan yang berbeda mengelola wajah untuk mengatasi konflik. Teori ini adalah teori yang menggabungkan teori beda budaya, konflik, kesantunan, dan “facework”. Teori ini bisa dimasukkan ke dalam teori antarbudaya karena membahas tentang adanya komunikasi antara budaya yang berbeda. Latar belakang terbentuknya teori ini ialah dari berbagai komentar mengenai pemikiran bahwa setiap orang dari budaya yang berbeda memiliki berbagai pemikiran atau bisa dikatakan pendapat mengenai wajah orang lain. Pemikiran ini membuat mereka harus menghadapi konflik dengan cara yang berbeda tergantung budaya masing-masing.
            Menurut Ting-Toomey wajah itu dapat di interpretasikan dalam dua cara utama, yaitu wajah kepedulian dan wajah kebutuhan. Wajah kepedulian dalam menghadapi kekhawatiran baik itu berhubungan dengan wajah sendiri maupun wajah orang lain. Dengan kata lain, ada diri kepedulian dan lainnya concern. Keprihatinan wajah menjawab pertanyaan, “Apakah saya ingin perhatian ditarik ke arah diri sendiri atau ke arah lain?” Sedangkan wajah kebutuhan mengacu pada dikotomi inklusi-otonomi. Artinya, “Apakah saya ingin berhubungan dengan orang lain (inklusi) atau apakah saya ingin disosiasi atau berdiri sendiri (otonomi)?”
            Peneliti Kesopanan (Brown & Levinson, 1987) menemukan bahwa dua jenis kebutuhan universal yang ada yaitu kebutuhan wajah positif dan kebutuhan wajah negatif. Wajah Positif adalah keinginan untuk disukai dan dikagumi oleh orang lain yang signifikan dalam hidup kita. Sedangkan wajah negatif mengacu pada keinginan untuk menjadi otonom dan tidak dibatasi.
Asumsi dari Face Negotiation Theory ada tiga yaitu:
1. Identitas diri penting dalam interaksi interpersonal, dan individu-individu menegosiasikan identitas mereka secara berbeda sesuai dengan budaya mereka yang berbeda pula.
2. Manajemen konlik dimediasi oleh wajah dan budaya.
3. Tindakan-tindakan tertentu mengancam citra diri seseorang yang ditampilkan (wajah).
            Kebutuhan akan wajah meliputi wajah positif dan wajah negatif. Wajah positif maksudnya ialah keinginan untuk disukai dan dikagumi oleh orang lain. Sedangkan wajah negatif maksudnya ialah keinginan untuk dibiarkan sendiri dan bebas dari orang lain.
            Facework ialah tindakan-tindakan yang digunakan untuk menghadapi kebutuhan atau keinginan mengenai wajah diri sendiri dan orang lain. Facework itu dibagi menjadi tiga jenis yaitu facework kebijaksanaan, solidaritas, dan persetujuan. Facework kebijaksanaan ialah mengacu pada sejauh mana yang satu menghormati otonomi orang lain. Hal ini memungkinkan seseorang bebas untuk bertindak karena ia menyenangkan dan meminimalkan setiap pemaksaan yang mungkin membatasi kebebasan ini. Facework solidaritas ialah berkaitan dengan seseorang menerima yang lain sebagai anggota dari in-group. Dan Facework persetujuan ialah melibatkan peminimalisiran masalah dan memaksimalkan pujian dari yang lain.
2. Communication Accommodation Theory
            Teori ini didefinisikan sebagai kemampuan untuk menyesuaikan, memodifikasi, atau mengatur perilaku seseorang dalam menanggapi orang lain. Akomodasi biasanya dilakukan secara tidak sadar. Kita cenderung memiliki skrip kognitif internal yang menarik pada saat kita menemukan diri kita dalam percakapan dengan orang lain. Teori ini menganggap motivasi yang mendasari dan konsekuensi dari apa yang terjadi.
Asumsi Communication Accommodation Theory ada empat, yaitu:
1. Persamaan dan perbedaan berbicara dan berperilaku terdapat di dalam semua percakapan pengalaman-pengalaman dan latar belakang yang bervariasi akan menentukan sejauh mana orang mengakomodasikan orang lain.
2. Cara dimana orang memersepsikan tuturan dan perilaku orang lain akan menentukan bagaimana kita mengevaluasi sebuah percakapan.
3. Bahasa dan perilaku memberikan informasi mengenai status social dan keanggotaan kelompok.
4. Akomodasi bermacam-macam dalam hal tingkat kesesuaian dan norma mengarahkan proses akomodasi.
Cara beradaptasi
            Dalam teori akomodasi komunikasi orang memiliki pilihan, yaitu konvergensi, divergensi, dan akomodasi berlebihan.
1. Konvergensi seperti yang didefinisikan oleh Giles dkk yaitu strategi dimana individu beradaptasi terhadap perilaku komunikatif satu sama lain.
2. Divergensi yaitu proses dimana satu atau dua dari dua komunikator untuk mengakomodasi komunikasi antara mereka.
3. Akomodasi berlebihan yaitu label yang diberikan kepada pembicara yang dianggap pendengar terlalu berlebihan.
            Kaitan mengapa kedua teori diatas masuk ke tradisi sosiopsikologis karena sama-sama memberikan perhatian pada perilaku individu, pengaruh, kepribadian dan sifat individu atau bagaimana individu melakukan persepsi.
Sumber:
West,Richard and Lynn H.Turner. 2010. Introducing Communication Theory. New York: McGraw Hill.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar